Rangkuman Akuntansi Keperilakuan BAB 11 Aspek Keperilakuan Pada Pengakumulasian Dan Pengendalian Biaya
BAB 11
Aspek Keperilakuan Pada Pengakumulasian Dan Pengendalian Biaya
A. Gambaran Umum
Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya mengidentifikasikan, menguantifikasikan, mengakumulasikan, dan melaporkan berbagai elemen biaya yang berkaitan dengan produksi barang atau penyerahan jasa. Akuntansi biaya memiliki dua tujuan:
- Melalui akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan laba, akuntansi biaya melayani kebutuhan pengguna eksternal. Dengan menyediakan manajemen dengan informasi biaya yang tepat waktu dan relevan, akuntansi biaya membantu dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi aktivitas operasional harian dan orang yang bertanggung jawab untuk itu
- Data biaya juga memainkan peranan dalam analisis dan penilaian profitabilitas relatif atau tingkat diinginkannya suatu alternatif keputusan.
B. Sistem Biaya
Tradisional Vs, Sistem Biaya Standar
1. System biaya tradisional (historis)
Istilah tradisional (historis) mengacu pada sistem biaya yang membatasi input
pada biaya historis dan mengusahakan penyerapan penuh atas biaya tetap dan
variabel oleh unit produk atau jasa. Sistem biaya tradisional atau historis
terutama fokus pada identifikasi dan akumulasi biaya per unit produk atau jasa.
Sistem tersebut digunakan untuk menghitung nilai persediaan dan data biaya
harga pokok penjualan atau jasa yang diberikan untuk pelaporan keuangan
eksternal. Sistem biaya tradisional tidaklah sesuai untuk pengendalian
manajemen yang efektif karena akumulasi dta biaya historis semata-mata tanpa
perbandingan dengan sasaran biaya yang telah ditentukan sebelumnya tidaklah
sesuai dengan konsep pengendalian kontemporer.
Salah satu kelemahan utama dari
sistem biaya tradisional adalah bahwa persyaratan akuntansi keuangan menuntut
agar biaya per unit produk atau jasa memperhitungkan semua biaya; baik yang
dapat ditelusuri ke suatu produk atau jasa maupun yang terjadi untuk satu
periode waktu tertentu atau untuk lebih dari satu objek biaya. Kelemahan
lainnya yang berkaitan dengan penggunaan sistem biaya tradisional untuk tujuan
pengendalian adalah bahwa satu-satunya dasar untuk pengendalian adalah
perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja dari periode sebelumnya.
Semakin jelas, bahwa informasi yang
diberikan oleh sistem biaya tradisional adalah tidak sesuai dengan tujuan
pengendalian modern. Sistem tersebut juga memberikan sedikit informasi yang
bermanfaat untuk perencanaan dan pengambilan keputusan manajerial. Kelemahannya
yang terbesar adalah sistem tersebut berbahaya karena mendorong respons yang
tidak diinginkan dan dsetruktif ketika digunakan dalam mengevaluasi kinerja
dari individu yang diberikan tugas untuk melaksanakan berbagai aktivitas dalam
batasan anggaran tersebut.
Cntoh perusahaan yang masih
menggunakan sistem akuntansi sistem biaya tradisional sampai dengan tahun 2011
pada studi kasus yang dilakuan oleh salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu
Administrasi Universitas Brawijaya adalah perusahaan rokok Djagung Prima
Malang. Perusahaan ini, dalam mengalokasikan biaya overhead pabriknya masih
menggunakan sistem biaya tradisional, yaittu dengan membebankan biaya overhead
pabrik berdasarkan jumlah unit yang diproduksi sebagai biayanya. Dimana hasil
perhitungan harga pokok produksi menjadi tidak akurat.
2. System Biaya Standar Sistem biaya
standar mencerminkan pencampuran yang potensial efektif dari akuntansi dengan
konsep pengendalian dari teori organisasi modern. Biaya standar adalah sasaran
biaya per unit produk atau jasa yang ditentukan sebelumnya secara alamiah, yang
dikembangkan melalui studi teknik dan akuntansi. Aspek pengendalian yang
melekat dari perhitungan biaya standar adalah kapabilitasnya untuk
membandingkan, sebagai bagian dari arus data reguler, kinerja aktual dengan
standar yang ditentukan sebelumnya dan untuk menyoroti varians (menguntungkan
atau tidak menguntungkan) antara kedua tingkat biaya tersebut. Untuk
menghasilkan manfaat pengendalian yang optimal dan untuk mempertahankan
relevansi, biaya standar harus diperbaharui secar kontinu. System biaya standar dirancang untuk berfungsi
secara simulatan sebagai suatu sumber informasi. Jalur komunikasi, dan alat
pengendalian serta evalusi kinerja.
Kompatibilitas Dengan Konsep Teori
Organisasi Modern Dalam mengembangkan kerangka kerja untuk system biaya standar
yang sesuai dengan konsep teori organisasi modern, langkah- langkah
pengendalian berikut ini:
a. Penetapan tujuan organisasi
b. Penentuan pusat pertanggung jawaban
yang sesuai dan penugasan fungsi kepada masing – masing.
c. Pengisian staf dari pusat pertanggung
jawaban dengan individu – indivitu yang memiliki kempuan, motivasi, dan
pengetahuan yang mencakupi untuk melakukan fungsinya.
d. Penciptaan jalur komunikasi antara
pusat pertanggung jawaban dan unit organisasi lainnya serta dimana perlu
lingkungan eksternal
e. Pengembangan prosedur yang memastikan
bahwa informasi yang mencangkupi, relevan, dan tepat waktu sepanjang jalur
komunikasi.
f. Desain dan implementasi mekanisme
pengendalian yang mungukur dan mengevaluasi kinerja dalam hal tujuan organisasi
dan memberikan umpan balik mengenal penyesuaian yang diperlukan dalam tujuan
dan atau kinerja.
System biaya standar dirancang untuk berfungsi
secara simulatan sebagai suatu sumber informasi. Jalur komunikasi, dan alat
pengendalian serta evalusi kinerja. Contoh perusahaan yang menerapkan sistem
biaya standar dalam peranannya untuk menjaga efektivitas pengendalian biaya
bahan baku pada PT. HARAPAN di Majalaya, kabupaten Bandung dimana perusahaan
ini bergerak di bidang tekstil. Dengan adanya penerapan standar biaya bahan
baku dalam pengendalian biaya bahan baku, diharapkan efisiensi dapat tercapai.
Penelitian tersebut dilakuan pada tahun 2008.
C. Perhitungan Biaya
Langsung Atau Variable
1. Filosofi Yang Mendasari Semua metode
akuntansi biaya tradisional, sesuai dengan konsep biaya tersebut, membebankan
unit produk atau jasa dengan biaya penuh. Bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung dibebankan langsung ke unit produk atau jasa, sementara overhead tetap
dan variable pada kebanyakan kasus diserap berdasarkan estimasi tarif yang
didasarkan pada volume yang telah ditentukan sebelumnya.
Perhitungan biaya langsung atau biaya
variable membedakan antara biaya produksi (bahan baku langsung, tenaga kerja
langsung, dan bagian variable dari overhead) dengan biaya untuk siap
menghasilkan(overhead tetap atau biaya periode) hanya biaya yang ditibulkan
oleh produksi atau penyerahan jasa sekarang
saja yang diklasifikasikan sebagai biaya per unit produk atau jasa dan
dikapitalisasi sampai barang – barang tersebut terjual atau jasanya diserahkan.
Pendukung perhitungan biaya langsaung mempertimbangkan pembagian oberhead
berdasrakan struktur biayanya sebagai kebutuhan dasar untuk pengendalian biaya
yang efektif serta pengambilan keputusan yang berarti.
2. Pengendalian Biaya Disamping
menekankan perbedaan antara biaya tetap dan biaya variable serta memberikan
informasi biaya differensil, dalam situasi pengambilan keputusan tertentu,
perhitungan biaya langsung atau biaya variabel memberikan informasi penting
lainnya kepada manajer. Berikut adalah beberaapa situasi pengambilan keputusan
yang umum terjadi :
a. Keputusan Bauran Produk. Ketika dihadapkan
dengan keputusan mengenai bauran produk, manajer penjualan yang mengetahui
margin kontribusi dari produk-produknya akan jauh lebih mampu untuk memutuskan
produk mana yang akan didorong dan mana yang harus dikurangi atau ditolerir
hanya karena penjualannya menguntungkan produk lain.
b. Penentuan Harga Produk Baru Produk
baru pada umumnya diterima di pasar hanya setelah diuji coba secara ekstensif
oleh perusahaan yang memiliki reputasi dalam industri tersebut.
c. Penetrasi Pasar Manajer dapat
menggunakan biaya variabel sebagai dasar untuk penentuan harga ketika mereka
bermaksud untuk memasuki pasar baru dengan produk yang sudah ada atau ketika
mereka terpaksa menghadapi persaingan yang semakin meningkat selama periode
dimana permintaan menurun.
d. Penghapusan Produk Margin kontribusi
akan membantu manajemen dalam menentukan apakah akan menghentikan suatu produk
atau hanya berhenti menjualnya di pasar tertentu.
e. Pesanan Khusus Perusahaan juga dapat
dihadapkan pada dua jenis situasi pesanan khusus. Situasi tersebut dapat
melibatkan akomodasi untuk pelanggan istimewa atau persyaratan khusus untuk
ukuran, metode pengiriman, atau pengepakan.
f. Kampanye Iklan dan promosi . Untuk
meningkatkan volume penjualan saat ini, perusahaan dapat meluncurkan kampaye
ikalan dan promosi khusus. Semakin tinggi margin kontribusi dari produk yang
dipromosikan atau diiklankan, maka semakin bersar manfaat bersih potensialnya,
semakin rendah margin kontribusinya, maka semakin banyak tambahan unit yang
harus dijual menutupi tambahan biaya.
g. Keputusan Mengurangi Biaya
Pengetahuan ini akan mendorong manajemen untuk sangat waspada terhadap biaya
dan juga memperkenalkan alat dan prosedur untuk menghemat biaya.
Membagi biaya ke dalam komponen
variable dan tetap memberikan dasar yang lebih baik untuk pengendalian biaya.
1. Biaya teknik meliputi biaya bahan
baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead variabel.
2. Biaya tetap yang dikomitmenkan atau
biaya kapasitas adalah seluruh baiay organisasi dan pabrik yang terus terjadi
dan yang tidak dapat dikurangi tanpa merugikan kompetensi organisasi untuk
memenuhi tujuan jangka panjang.
3. Biaya diskresioner yang muncul dari
keputusan periodic yang tidak memiliki hubungan optimum yang dapat ditunjukkan
antara input dan output
Contoh perusahaan yang dijadikan
objek penelitian penerapan metode variabel costing sebagai alat perencanaan
laba adalah pada PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Penelitian tersebut
dilakukan pada tahun 2009 dengan masalah utamanya adalah bahwa perusahaan
tersebut belum melakukan pemisahan biaya semi variabel ke dalam komponen biaya
tetap dan biaya variabel.
D. Aspek Keperilakuan
Dari Langkah Akuntansi Biaya Yang Dipilih
1. Penetapan standar Elemen yang paling
berpengaruh dalam menetukan keberhasilan atau kegagaln system biaya adalah
standar yang digunakan sebagai kriteria kinerja . standar memiliki fungsi ganda
yaitu berfungsi sebagai tujuan untuk memotivasi pengendalian biaya dan sebagai
alat evaluasi kinerja. Elemen yang paling berpengaruh dalam menentukan
keberhasilan atau kegagalan sistem biaya adalah standar yang digunakan sebagai
kriteria kinerja. Standar yang memiliki fungsi ganda, yaitu:
a. Berfungsi sebagai tujuan untuk
memotivasi pengendalian biaya. Maksudnya adalah sistem biaya digunakan untuk
mendukung pengendalian biaya agar dapat mencapai efisiensi dari segi biaya yang
dikeluarkan, guna untuk memaksimalkan laba perusahaan.
b. Sebagai alat evaluasi kinerja. Dimana
proses penilaian dari pelaksanaan tugas oleh seseorang, atau unit-unit kerja
dalam suatu perusahaan sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Standar tersebut akan menghasilkan perilaku pekerja yang efisien hanya jika
standar tersebut diterima sebagai tingkat aspirasi oleh individu.
2. Partisipasi dalam penetapan standar
Michael Foran dan Don DeCoster meringkas logika yang mendasari seluruh argumen
yang mendukung partisipasi menjadi “ jika seseorang pekerja berpartisipasi
dalam menetapkan standar kinerjanya sendiri, maka ia akan membuat komitmen yang
tegas terhadap standar tersebut, dan oleh karena itu akan bekerja keras untuk
mencapainya.
3. Standar yang ketat vs standar yang
longgar Untuk berfungsi sebagai alat motivasi, standar yang digunakan haruslah
tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Standar yang ketat akan lebih
sering tidak tercapai daripada dipenuhi.
Variasi yang dihasilkan mungkin tidak secara adil berhubungan dengan kinerja
yang buruk dan tidak diidentifikasikan sebagai sesuatu yang disebabkan oleh
standar yang ketat. Standar yang ketat berguna bagi mandor atau manajer saja
yang akan termotivasi oleh kebutuhan akan prestasi yang luar biasa. Sementara
itu, standar yang longgar tidak memberikan manfaat motivasional apapun karena
standar begitu mudah dicapai, sehingga mandor dan manajer mengabaikan standar
tersebut karena dianggap tidak berarti.
4. Penyerapan overhead Bidang lain yang
penuh dengan dorongan disfungsional adalah penyerapan overhead. Praktik umum
untuk membebankan overhead manufaktur tetap dan variabel ke produk pada tarif
estimasi yang didasarkan pada tingkat kapasitas yang telah ditentukan
sebelumnya. Ketika dasar yang digunakan
untuk penyerapan berbeda dengan yang telah ditentukan sebelumnya, maka
varians yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah akan terjadi. Ukuran
dari varians ini juga dipengaruhi oleh tingkat kapasitas yang dipilih sebagai
penyebut dalam penentuan tarif tersebut .tingkat kapasitas jangka panjang akan
menghasilkan varians yang berbeda dibandingkan dengan tingkat kapasitas jangka
pendek.
5. Alokasi biaya tidak langsung
Literatur mengenai alokasi biaya tidak langsung kebanyakan berhubungan dengan
aspek perhitungan alokasi. Literatur tersebut benar-benar mengabaikan
sensitivitas keperilakuan yang merupakan komponen terbesar ketika digunakan
sebagai evaluasi kinerja dan pengambilan
keputusan. Satu-satunya rekomendasi yang ditawarkan oleh peneliti dan pendidik
adalah bahwa perusahaan harus menghindari untuk membebankan kepada pusat
pertanggungjawaban biaya terhadap mana pusat pertanggungjawaban tersebut tidak
memiliki baik langsung maupun tidak langsung. Salah satu keputusan paling
kontroversial yang idhadapi oleh setiap organisasi adalah apakah akan melakukan
biaya tidak langsung pada produk dan atau pusat pertanggung jawaban dan dasar
alokasi apa yang digunakan ?
Dalam riset yang didukung oleh
National Association of Accountants (NAA), James Fremgen dan Shu S. Liao
menemukan bahwa perusahaan responden membedakan dengan tegas dua jenis biaya
tidak langsung, yaitu :
a. Biaya jasa korporat adalah biaya jasa
yang dilakukan secara sentral untuk manfaat korporat dan berbagai pusat
pertanggungjawaban.
b. Biaya administratif korporat adalah
biaya yang digunakan untuk mengoperasikan kantor korporat.
E. Analisis Varians
Unsur utama dari pengendalian biaya
adalah perbadingan secara periodik antara biaya aktual dengan sasaran biaya yang
telah ditentukan sebelumnya, baik dalam bentuk anggaran maupun standar.
1. Keputusan Investigasi Varians
Keputusan manajemen semata-mata bergantung pada penilaiannya atas signifikansi
diskrepansi yang diamati. Varians ini memiliki signifikansi pengendalian hanya
jika varians tersebut berasal dari penyebab yang dapat ditentukan atau, dengan
kata lain, tidak bersifat acak dan rentan terhadap tindakan perbaikan. Tetapi,
kerumitan permasalahan yang sebenarnya terletak pada fakta bahwa tanpa
investigasi, manajemen tidak memiliki dasar untuk menentukan apakah varians
tersebut ditimbulkan dari penyalahgunaan yang dapat diidentifikasikan dan
dikendalikan, atau apakah varians tersebut bersifat acak atau tidak dapat
dikendalikan.
2. Aspek Keperilakuan Komponen khusus dari
kebijakan pengendalian yang dapat mempengaruhi respon manusia adalah
faktor-faktor seperti :
a. Batas pengendalian. Kisaran hasil
kinerja yang dianggap dapat diterima oleh manajer adalah batasan pengendalian.
Batasan ini menentukan seberapa mudah atau sulit bagi seseorang yang
dikendalikan untuk berkinerja dalam kisaran yang dapat diterima dan berapa
banyak ruang yang mereka miliki untuk gagal sekali waktu.
b. Hasil umpan balik. Umpan balik yang
positif akan memberitahu mereka bahwa mereka ada pada jalur yang tepat dan akan
memotivasi mereka untuk mengulangi usaha yang sama. Efek umpan balik psikologi
antara berbagai factor dari kebijakan pengendalian dengan masa depan.maka
kebijakan pengendalian yang ideal harus dibuat khusus dan bervariasi dari
situasi ke situasi
c. Keketatan pemaksaan. Pemaksaan yang
ketat atas kebijakan pengendalian akan menimbulkan tekanan dalam diri individu
yang dikendalikan. Sementara tekanan dapat menyegarkan individu-individu
tertentu, tekanan tersebut namun dapat pula mengintimidasi yang lain menurunkan
kinerja mereka yang sudah buruk lebih jauh lagi.
d. Struktur penghargaan. Orang atau kelompok akan memodifikasi perilaku mereka yang tidak diinginkan dan mengulangi perilaku yang diinginkan ketika mereka memandang bahwa perubahan atau pengulangan perilaku tersebut disertai dengan penghargaan intrinsik maupun ekstrinsik.
Sumber:
Ikhsan Lubis, Arfan.2017. Akuntansi Keperilakuan: Akuntansi Multiparadigma. Edisi 3.
Jakarta : Salemba Empat
0 Response to "Rangkuman Akuntansi Keperilakuan BAB 11 Aspek Keperilakuan Pada Pengakumulasian Dan Pengendalian Biaya"
Post a Comment